Goresan kecil.

Di tengah-tengah hiruk-pikuk kota kecil ini disitulah hadir, sebersit memori yang bahkan tak pernah hadir dalam mimpi. Seorang gagah berani yang sangat di segani, tapi tak di kenali, oleh putrinya sendiri. Disaat mereka lebih mengenal sosoknya dibanding keturunannya sendiri.

Tak menyalahkan siapapun, atau apapun. Hanya terkadang terpikir apa mungkin ada takdir yang di lukiskan dengan warna yang lebih cerah? Namun apa dengan warna itu akan mengukir sosok yang lebih baik dari ini? Bukankah ukiran yang indah melewati banyak tusukan dan sayatan? Dan terus berlanjut semua pertanyaan dan rekayasa imajinasi yang terus menari di dalam ruang. Mencuri banyak waktu dan tenaga, bahkan air mata. Apa itu semua sepadan? Akan terus terbawa dan tidak akan pernah hilang. Akan selalu melekat hingga tidak bisa lagi di lepaskan. Karena semua goresan, dan sayatan itulah terbentuk ukiran baru. 

Tidak sempurna, namun cukup bermakna. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja dan sang Ayah

Abu-abu